Saturday, January 9, 2021

 


associate Prof. Dr. Choirul Mahfud, M.Pd.I

“Ilmu bermanfaat adalah yang cahayanya melapangkan dada dan menyingkap tirai kalbu”

Maksud kalimat tersebut jika dikaitkan dengan associate Prof. Dr. Choirul Mahfud, M.Pd.I Beliau adalah seorang dosen Pendidikan Agama Islam di ITS merangkap sebagai dosen sosiologi pendidikan islam di UMSIDA, tidak hanya itu beliau seorang imam di masjid Cheng Ho surabaya, Blooger (http://choirulmahfud.blogspot.com/) dan youtuber dengan ribuan subcriber (CHOIRUL MAHFUD official). Segudang karya luar biasa berupa jurnal, buku, maupun tulisan di web dan media massa serta ilmu yang sangat luas yang beliau berikan baik dari dalam negeri maupun luar negeri dapat menyingkap tirai kalbu dengan menginspirasi dan memotivasi dalam memahami digitalisasi pendidikan sosiologi islam sehingga ilmu yang masuk terasa terang benderang seperti cahaya. Cara beliau menstransfer ilmu berbeda dengan yang lain, yaitu tidak hanya materi tapi dengan memotivasi dan membuat karya poster digital dengan goresan kalimat motivasi tentang apapun serta menuntut mahasiswanya untuk mendesain menggunakan teknologi atau melek digital dalam pembuatannya. Dari kumpulan karya tersebut pada akhirnya tercipta sebuah karya buku yang berjudul Inspirational quotes :refleksi milenial, digital and spiritual. Beliau sebagai pendiri The Choirul Mahfud Foundation (program beasiswa riset dan publikasi untuk tesis dan disertasi tentang percikan pemikiran akademik Choirul Mahfud) ingin sekali mahasiswanya memiliki karya yang luar biasa tidak hanya jurnal tapi menerbitkan sebuah buku.

Ternyata hal tersebut tidak hanya diterapkan pada mahasiswanya tapi pada keluarganya, sedari kecil anaknya dimotivasi membuat karya sebuah buku. Dalam salah satu postingan instragram @choirulmahfudofficial, beliau memotivasi dengan Quotes : “Belajarlah sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya, Lalu amalkan selama-selamanya” sungguh luar biasa. Tak hanya itu, dalam postingan status whatsapp beliau mengutip dari George Course bahwa “Teknologi tidak akan menggantikan guru hebat, tapi teknologi di tangan guru yang hebat akan menjadi transformasional”. Hal ini menjadikan pembaca lebih semangat dalam berkarya tentunya dalam hal digitalisasi.

Kalimat beliau yang saya ingat adalah Ikhlas itu ada 3 :Ikhlas bersyarat, Ikhlas tanpa syarat dan Ikhlas lillahi ta’ala. Tidak begitu mendalam saya memahami kalimat tersebut tapi secara garis besar kita harus ikhlas lillahi ta’ala dalam hal apapun, insyaallah balasan dari Allah SWT.

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ

Artinya : Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri (surat al Isra ayat 7).


Terimakasih Pak Choirul atas bimbingan dan motivasinya.

Jika ingin mengenal karya beliau lebih dalam bisa mengunjungi link berikut :

https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&user=PB0kA_kAAAAJ

 

“Sukses dan terus Berkarya Pak Choirul”

 

Sidoarjo, 10 Januari 2021

Penulis

 

                                                                                    Windu Widagdo, S.Pd, Gr.

Sunday, July 19, 2020

Wednesday, June 24, 2020




SUMBANGSIH MUHAMMADIYAH
DI ERA REFORMASI


PENDAHULUAN

Muhammadiyah adalah gerakan keagamaan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan atau yang juga dikenal dengan nama Muhammad Darwis pada18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 H. Muhammadiyah didirikan di Kauman Yogyakarta. Melihat dari kata Muhammadiyah secara bahasa berarti pengikut Nabi Muhammad. Penggunaan kata Muhammadiyah dimaksudkan untuk menisbatkan (menghubungkan) dengan ajaran dan jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Kelahiran dan keberadaan Muhammadiyah pada awal berdirinya tidak lepas dari kondisi sekitar dan merupakan manifestasi dari gagasan pemikiran dan amal perjuangan KH. Ahmad Dahlan (Muhammad Darwis) yang menjadi pendirinyaa. Setelah menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci dan bermukim yang kedua kalinya pada tahun 1903 untuk memperdalam ilmu agama dan belajar tentang pembaharuan Islam disana.

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN ISLAM
Sejak kelahiran dan keberadaannya, Muhammadiyah memposisikan dan memerankan diri sebagai gerakan Islam. Yaitu gerakan untuk menebarkan dan memajukan agama Islam di Indonesia. Muhammadiyah bahkan sering dikategorikan sebagai bagian dari matarantai gerakan pembaharuan di dunia Islam. Seperti yang dipelopori oleh Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahab, jamaluddin Al Afghani, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridho dalam gerbong modernisme Islam abad ke 20 an. Maka tak perlu diragukan lagi eksistensi dan esensi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam.bukan sekedar gerakan sosial kemasyarakatan semata. Karena sejak kelahirannya, Muhammadiyah memposisikan dan memerankan diri sebagai gerakan Islam, yakni gerakerakan sosial kemasyarakatannta adalah sebagai fungsi transformasi dari gerakan Islam itu sendiri. (Prof. Dr. K.H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A., 2014: 69).

MENUJU KEBANGKITAN MUHAMMADIYAH STUDI

Menjabarkan dari penjelasan Deliar Noer, “Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942” potret fenomena gerakan modernisasi Islam yang terjadi pada masa-masa krusial. masa tersebut merupakan periode di mana arus modernisasi yang sedang melanda dunia. dimulai dari dunia barat dan memasuki tanah air untuk pertama kalinya. maka dapat dikatakan gerakan modern Islam pada masa ini merupakan yang pertama diupayakan di Indonesia, sehingga kita dapat melihat bahwa terdapat pola-pola umum yang pada masa itu diwariskan hingga masa sekarang, sebagaimana yang dibawa oleh KH. Ahmad Dahlan untuk diterapkan di gerakan Muhammadiyah.
karenanya buku ini menjadi tetap menarik dan relevan untuk dibaca pada hari ini, yaitu untuk membaca pola-pola kontestasi gerakan (modern) Islam yang terjadi pada hari ini berdasakan apa yang diwariskan pada masa permulaan tersebut. keinginan pembaharuan tersebut hadir atas kesadaran dan kepekaan KH Ahmad Dahlan melihat kondisi saat itu di kauman dan sekitarnya. Mereka menyadari bahwa tidak akan mampu berkompetisi dengan kekuatan kekuatan para kolonialisme Belanda. Dan penetrasi Umat kristen untuk menguasai bagian Asia ini. Sejauh mana pembaharuan yang dibawa oleh KH Ahmad Dahlan untuk memerangi para kolonialisme dan kristenisasi yang merajalela di Indonesia dengan gerakan Keislaman dan Kemasyarakatan yang digaungkan selama ini.sehingga bisa membuat kelompok islam tradisionalis menyatu dengan pembaharuan yang ada, demi kesejahteraan masyarakat dan keimanan kepada Allah SWT.
Dalam perjalanannya, hasil keputusan warga Muhammadiyah sendiri secara internal dapat dipetakan menjadi tiga kelompok, yakni puritan, moderat, dan reformis. walaupun dakwah kultural banyak ditentang oleh kelompok puritan, faktanya sedikit yang sepakat dengan kelompok tersebut. gaung kelompok moderat dan reformis lebih besar, secara utuh gerakan multikulturalisme dapat diimplementasikan dengan baik hingga ke akar rumput (grassroots).hal ini yang menjadi ladang garap Muhammadiyah. 

Konteks dan Pendekatan Muhammadiyah Studies

Konteks dan Pendekatan Muhammadiyah merupakan  suatu gerakan perubahan satu bentuk ke bentuk yang lain. Pembahasan terhadap gerakan Muhammadiyah dibagi menjadi tiga konteks keilmuan. Pertama, Pada masa perdebatan Fiqhiyah dan tradisi mitos yang sangat kuat dikalangan umat islam Indonesia sekitar tahun 1912-1950. Kedua, Periode dimana kajian gerakan Muhammadiyah menjadi bagian dari Islamic studies modern dengan pendekatan Eropa Amerika sekitar tahun 1950-2000. Ketiga, Terletak pada konteks keilmuan dan ragam pendekatan, serta tema tema baru yang menjadi bagian dari kultur populer saat itu.
Kajian terhadap gerakan Muhammadiyah ditandai dengan munculnya gerakan kaum muda dan keinginan Muhammadiyah mempertahankan diri dari transnasional paham agama. Kajian yang menempatkan Muhammadiyah menjadi bagian dari modifikasi agama dan kapitalisasi agama. Periode ini terjadi pada tahun 2000 hingga sekarang masih terus berlangsung. Muhammadiyah dalam kehidupannya bersumber pada Al Quran dan As Sunah. Sebagaimana yang dibawa dan diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sehingga semua aspek dakwahnya bertujuan untuk mencerahkan dan menyadarkan masyarakat akan ketauhidan dan menjadi khoiru ummat.

Orientasi Muhammadiyah

Periode ketiga Muhammadiyah memasuki mellienium baru dengan usia satu abad lebih. Di era ini, permasalahan agama  berkenaan dengan keseharian tetap menjadi prioritas, disamping itu tentu isu-isu kekinian dan progresif menjadi konsen Majelis Tarjih di era ini, seperti fiqih anti korupsi, fiqih air, fiqih tata kelola, fiqih informasi, fiqih perlindungan anak, dan yang tidak kalah menarik akan dibahas dalam munas selanjutnya adalah fiqih difabel, fiqih demokrasi, dan lain-lain. Terminologi “fiqih” dalam produk tarjih tersebut tentu berbeda dengan konsep fiqih klasik.
Syamsul Anwar dalam berbagai kesempatan dan tulisannya seringkali menjelaskan konsep fiqih Muhammadiyah itu. Menurutnya yang menjadikan konsep fiqih Muhammadiyah berbeda dengan konsep fiqih klasik adalah adanya perjenjangan norma dalam konsepsinya. Fiqih Muhammadiyah dibangun di atas tiga norma berjenjang (al-qiyam al-asasiyyah, al-usul al-kulliyyah, dan al-ahkam al-far’iyyah), di mana satu norma dengan norma lainnya saling berhubungan dan memayungi satu sama lain (Anwar, 2016 dan 2018). Corak pemikiran pada era ini tampaknya merupakan hasil dari penghayatan mendalam para pimpinan dan anggotanya terhadap makna tajdid dalam frasa nama majelis ini.

KESIMPULAN

Muhammadiyah merupakan organisasi yang mentransformasikan nilai nilai keagamaan bersumber dari Alqur’an dan Al Hadits. Bertujuan untuk mengembalikan pemahaman dan praktek keagamaan sesuai dengan syariat Islam.melihat fenomena yang terjadi sejak sebelum Muhammadiyah lahir hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum benar benar menerapkan syariat Islam secara kaffah.meskipun kehadiran Muhammadiyah sudah cukup memberikan dampak positif untuk masyarakat dan kemajuan bagi bangsa Indonesia. Melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan sosial dan lain lain.
Peran para kader dan aktivis Muhammadiyah dalam memajukan Muhammadiyah dan bangsa sangat besar sekali. Sehingga kiprah Muhammadiyah sangat diperhitungkan di tengah tengah masyarakat Indonesia.semoga Muhammadiyah tetap konsisten dan Istiqomah untuk menebarkan agama Islam dengan sebenar  benarnya dan membawa manfaat untuk Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Prof. DR. H. M. Sirojudin Syamsudin MA. Muhammadiyah Untuk Semua. Penerbit suara             Muhammadiyah. Cetakan pertama 2014
Tempo, 2011: 54-128). Azyumardi Azra juga
Nashir, Haedar. 2010. MuhammadiyahGerakan Pembaruan. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Qoadir, Zuly. 2010. Muhammadiyah Studies. Yogyakarta: Kanisius.
Deliar Noer, “Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942” LP3ES.

Penulis :

ALI HAMDI

NIM: 198610800055
masalihamdi@gmail.com

Sunday, May 17, 2020



Muhammadiyah dan Kebudayaan

Muhammadiyah adalah gerakan Islam dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid berdasarkan alquran dan as-sunnah yang bertujuan untuk menegakkan dan menjunjung agama islam serta mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Dalam menjalani berbagai kegiatan sehari-hari warga muhammadiyah memerlukan pedoman kehidupan yang bersifat panduan dan pengkayaan. Tuntunan ini didasarkan atas perkembangan situasi dan kondisi salah satunya adalah berdasar pada penetrasi budaya (masuknya budaya asing secara meluas) dan multikulturalisme (kebudayaan masyarakat dunia yang majemuk dan serba melintasi) yang dibawa oleh globalisasi (proses-proses hubungan hubungan sosial-ekonomi-politik-budaya yang membentuk tatanan sosial yang mendunia) yang akan makin nyata dalam kehidupan bangsa.
Menurut Muhammadiyah, “Islam adalah agama fitrah, yaitu agama yang berisi ajaran yang tidak bertentangan dengan fitrah manusia, Islam bahkan menyalurkan mengatur dan mengarahkan fitrah itu untuk kemuliaan dan kehormatan manusia sebagai makhluk Allah.” Sedangkan “seni sebagai penjelmaan rasa keindahan dalam diri manusia merupakan salah satu fitrah yang dianugerahkan Allah SWT yang harus dipelihara dan disalurkan dengan baik dan benar sesuai dengan jiwa dan ajaran Islam”. Berdasarkan keputusan Munas Tarjih ke-22 tahun 1995 ditetapkan bahwa “karya seni hukumnya mubah (boleh) selama tidak mengarah atau mengakibatkan fasad (kerusakan), dlarar (bahaya), isyana (kedurhakaan), dan ba'id 'anillah (terjauhkan dari Allah), maka pengembangan kehidupan seni dan budaya di kalangan Muhammadiyah harus sejalan dengan etika atau norma-norma Islam sebagaimana dituntunkan Tarjih tersebut. Seni rupa yang objeknya makhluk bernyawa seperti patung hukumnya mubah bila untuk kepentingan sarana pengajaran, ilmu pengetahuan dan sejarah serta menjadi haram bila mengandung unsur yang membawa isyyan (kedurhakaan) dan kemusyrikan. Seni suara baik vokal maupun instrumental, seni sastra dan seni pertunjukan pada dasarnya mubah (boleh) serta menjadi terlarang manakala seni tersebut menjurus pada pelanggaran norma-norma agama dalam ekspresinya baik dalam wujud penandaan tekstual maupun visual. Setiap warga Muhammadiyah baik dalam menciptakan maupun menikmati seni dan budaya selain dapat menumbuhkan perasaan halus dan keindahan juga menjadikan seni dan budaya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai media atau sarana dakwah untuk membangun kehidupan yang berkeadaban serta menghidupkan sastra Islam sebagai bagian dari strategi membangun peradaban dan kebudayaan muslim.”
Di Kota Mekkah dan Madinah (dua kota suci [Haramayn]), penyampaian ajaran Islam  dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan dari sanalah ajaran islam berkembang ke seluruh dunia. Di kota tersebut terjadi interaksi budaya masyarakat setempat dengan ajaran islam. Budaya itu ada yang diluruskan, dikukuhkan, dan ditolak, dan. Dalam konteks ini yang menjadi sumber pokok ajaran islam dengan tegas dan jelas adalah alquran, Beliau melarang budaya yang menyimpang (munkar) dan mengukuhkan yang ma’ruf (budaya positif masyarakat) yang tak bertentangan dengan nilai-nilai al-Quran. Sesuai dengan gerakan Muhammadiyah yaitu gerakan Islam dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid berdasarkan alquran dan assunnah.
Seni adalah suatu ungkapan keindahan yang melahirkan sebuah ekpresi. Lukisan atau pahatan, peragaan di pentas, nyanyian, syair, tarian, semuanya adalah seni selama terpenuhi unsur keindahan. Menurut M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul islam yang saya pahami , “Seni islami bukan sekadar kalimat-kalimat berupa nasihat langsung atau anjuran mengikuti kebajikan. Ia adalah ekspresi keindahan tentang alam, kehidupan. dan manusia yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Seni Islam mempertemukan keindahan dengan hak/kebenaran. Karya indah yang menggambarkan suksesnya perjuangan Nabi Muhammad saw., tetapi dilukiskan sebagai buah kegeniusan beliau terlepas dari bantuan Allah, maka karya itu tidak dapat dinilai sebagai seni islami. Sebaliknya, keindahan yang ditemukan pada pemandangan ternak ketika kembali ke kandang dan ketika melepaskannya ke tempat gembalaan dinilai oleh al-Qur'an sebagai keindahan (QS. An Nahl: 6) dan seni islami merupakan keagungan Allah”. Seni atau keindahan bukan saja direstui tetapi sangat dianjurkan bahkan pada saat melaksanakan ibadah. Membaca al Qur'an dengan suara indah diperintahkan oleh Rasul saw. Sekian banyak hadits yang memerintahkan demikian, bahkan beliau meminta sahabat Abdullah ibnu Mas'ud ra. agar membacakan ayat-ayat al-Qur'an buat beliau karena beliau senang mendengar bacaannya. Langgam bacaan dapat berbeda-beda bukan saja yang dikenal pada masyarakat Arab apalagi pada masa Nabi Seandainya ada yang dapat memastikan bagaimana langgam Nabi itu-tapi langgam apa pun selama telah terpenuhi ketentuan-ketentuan tajwid (Ilmu membaca al-Qur'an) seperti panjang dan pendeknya langgam, cara pengucapan huruf-huruf.
Menurut (M. Quraish shihab, 2018) “Seni atau keindahan bukan saja direstui tetapi sangat dianjurkan bahkan pada saat melaksanakan ibadah. Membaca al-Qur'an dengan suara indah diperintahkan oleh Rasul saw. Sekian banyak hadits yang memerintahkan demikian, bahkan beliau meminta sahabat Abdullah ibnu Mas'ud ra. agar membacakan ayat-ayat al Qur'an buat beliau karena beliau senang mendengar bacaannyavdan tempat-tempat di mana memulai, behenti sejenak atau berhenti sepenuhnya dan tentu saja adab membacanya.”
Umat Islam bahkan umat manusia sejak sebelum datangnya Nabi Muhammad saw.-telah diperintahkan Allah agar memakai hiasan berupa pakaian bersih dan indah ketika shalat. Perintah ini bukan hanya pada shalat Idul Fitri atau Adha. juga pada shalat wajib dan sunnah. Ini dipahami dari firman-Nya dalam Q.S al-A'raf [71: 3] yang menyatakan, "Hai anak-anak Adam, pakailah pakaian kamu yang indah di setiap masjid, "Kata masjid di sini dapat dipahami juga sebagai persada bumi, karena seperti sabda Rasul saw., "Allah selah menjadikan bagiku dan umatku persada bumi sebagai masjid penyuci. (HR. Bukhari).
Malik bin Mararah berkata kepada Nabi saw., "Wahai Rasulullah, Allah telah menganugerahiku ketampanan sebagaimana yang engkau saksikan. Aku tidak senang ada seonang pun yang melebihiku dalam keindahan alas kakiku. Apakah itu melampaui batas?" Nabi saw. menjawab, "Tidak! Itu bukan pelampauan batas. tetapi pelampauan batas adalah keangkuhan. Dalam riwayat lain. "Menolak hak dan melecehkan manusia." (HR Muslim, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Rasul pun memakai pakaian yang berasal dari "luar negeri". Diriwayatkan bahwa beliau pernah memakai jubah dari Byzantium. (HR. at-Tirmidzi). Ulama besar Indonesia dan pakar hadits, (Habib Salim bin Jindan 1906-1969 M), menyebut dalam bukunya. Dhajij al-Kaun Fi Libs al-Banthalun (Kegaduhan di dunia menyangkut pemakaian pantalon) sekian riwayat yang menginformasikan bahwa Nabi saw. pernah memakai pakaian yang berasal dari aneka wilayah selain Mekkah dan Madinah dan bahwa sahabat-sahabat beliau jika berkunjung ke luar Mekkah dan Madinah sering kali memakai pakaian anak negeri yang mereka kunjungi. Ini menunjukkan bahwa memakai pakaian selain pakaian umum yang dikenakan Nabi saw. sama sekali tidak terlarang dan tidak termasuk dalam makna sabda yang dinisbahkan kepada beliau. "Siapa yang meniru satu kaum maka dia termasuk kelompok mereka”. Persoalan ini mudah-mudahan dapat penulis tuntaskan dalam buku Islam yang disalahpahami.
Hukum musik atau nyanyian memang diperselisihkan oleh ulama. Dalam Tafsir Al-Misbah, ketika menafsirkan firman Allah dalam QS. Luqman (31): 6. "Di antara manusia ada yang membeli ucapan yang melengahkan untuk menyesatkan dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan”. Mereka itulah yang memperoleh siksa yang menghinakan, penulis antara lain mengutip pandangan pakar tafsir dan hukum Imam al-Qurthubi (1214-1273 M) bahwa ayat ini merupakan satu dari tiga ayat yang dijadikan dasar oleh ulama untuk memakruhkan dan/atau melarang nyanyian. Ulama ini menyebut nama-nama Ibnu Umar Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas ra., tiga orang sahabat Nabi, serta sekian banyak ulama lain yang memahami kata lahwun al-hadits/ucapan yang melengahkan dalam arti nyanyian. Ibnu Mas'ud, tulisnya, bahkan bersumpah tiga kali menyatakan bahwa kata al-lahab pada surah Luqman di atas adalah nyanyian. Memang, salah satu riwayat menyangkut turunnya ayat adalah kasus Ibn Khathal yang membeli seorang budak wanita yang pandai menyanyi, sehingga sekian banyak orang terbuai dengan nyanyiannya dan lengah terhadap al-Qur'an. Namun, tidak semua menafsirkannya demikian, karena kata lahwu dari segi bahasa berarti kelengahan yakni mengabaikan yang penting karena sibuk dengan yang tidak penting atau mengabaikan yang lebih penting akibat melakukan yang penting Kata itu dalam ayat di atas-mestinya tidak dibatasi hanya dalam arti nyanyian tetapi segala yang melengahkan walau bukan nyanyian. Di sisi lain, karena larangan itu disebabkan oleh kelengahan, maka nyanyian atau apa pun yang tidak melengahkan pada prinsipnya tidak terlarang dapat saja dibenarkan selama tidak ada teks pasti yang melarangnya dan dau tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Suara atau nada, atau katakanlah musik dengan aneka alatnya, tidak serta merta dan tanpa syarat harus dilarang. apalagi sejak zaman dahulu musik telah digunakan sebagai, pengobar semangat , menidurkan bayi dan pengobatan. Memang, beberapa ulama seperti Imam Syafi'i dan Imam Abu Hanifah mengharamkan musik dan termasuk perbuatan dosa. Tapi Imam al-Ghazali secara tegas membolehkan nyanyian/ suara merdu bahkan beliau berpendapat bahwa nyanyian dapat menimbulkan ekstase (keadaan amar khusyuk sampai tidak sadarkan diri, boleh jadi pengaruhnya pada jiwa melebihi faktor faktor lain). Pendapat ini didukung oleh hampir semua kaum sufi. Al-Ghazali mengecam mereka yang mengharamkan musik/ nyanyian, walaupun dia mengakui adanya larangan dari Nabi. tetapi ia mengaitkan larangan mendengar musik atau nyanyian itu dengan kondisi yang menyertainya atau dampak negatif yang dilahirkannya. Hadits Nabi yang melarang nyanyian, antara lain, bila dilakukan wanita di hadapan lelaki di bar (tempat menyuguhkan minuman keras). Tapi, di kalangan ulama cukup populer sekian banyak riwayat yang menunjukkan bahwa Rasul saw. pernah hadir mendengar nyanyian dan membiarkannya kendati ketika itu ada yang bermaksud melarangnya. Aisyah ra mengisahkan, "Suatu ketika Rasul saw. masuk ke kediamanku dan ketika itu ada dua orang gadis yang sedang menyanyikan lagu yang berkaitan dengan peristiwa Buast. Beliau berbaring dan memalingkan wajahnya. Abu Bakar (ayah Aisyah ra.) masuk lalu menghardikku sambil berkata, "Apakah ada seruling setan di hadapan Rasul?' Nabi saw. yang mendengar ucapan itu berkata kepada Abu Bakar ra., 'Biarkan saja kedua wanita itu. Ketika Abu Bakar ra pulang, kedua penyanyi itu pun saya minta agar pulang" (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah). Sikap Rasul di atas menunjukkan kehalalan mendengar nyanyian karena keberpalingan Rasul saw. bukan karena nyanyian melainkan keengganan melihat kedua wanita yang menyanyi itu. Dalam konteks inilah musik menjadi haram atau makruh. Tetapi jika musik mendorong pada sesuatu yang baik, maka ketika itu dianjurkan. Lagu-lagu Barat, siapa pun penyanyinya, muslim atau nonmuslim, pria atau wanita tidak haram didengar selama tidak mendorong pada kebaikan. Sebaliknya, lagu-lagu berbahasa Arab sekalipun, atau berirama kasidah dapat saja menjadi haram bila mengandung kalimat yang tidak wajar atau mengundang rangsangan kemungkaran
Kalau kita berkata bahwa lukisan adalah ekspresi keindahan yang berkaitan dengan pikiran atau suatu kenyataan, maka ini dapat mewujud melalui kata-kata indah atau goresan-goresan pena di atas kanvas. Melukis dengan kata-kata indah dilakukan oleh Allah melalui ayat-ayat al-Qur'an. Bacalah QS. al-Hadid (57): 20 atau Yunus (10): 24 bagaimana Allah melukiskan kehidupan dunia bagi yang lengah. Baca juga QS. al-Baqarah [2]: 264 dan 265. lukisan dengan kata-kata tentang siapa yang tidak tulus dalam menafkahkan hartanya/bersedekah atau sebaliknya.
Kalimat yang berbentuk puisi pun direstui Nabi saw. Memang, beliau bukan penyair-sebagaimana pernyataan al-Qur'an. Al-Qur'an juga mengecam para penyair yang hanya mempermainkan kata-kata tanpa tujuan yang benar (baca QS. Asy-Syu'ara [26]:224) tetapi syair-syair indah yang mengandung tuntunan islami, beliau nikmati bahkan menyitirnya dalam beberapa kesempatan. Sahabat beliau Hassan bin Tsabit adalah salah scorang penyair yang beliau unggulkan. Beliau dapat menerima syair-syair walau didahului kalimat-kalimat yang melukiskan wanita dengan gemulai jalannya serta kerinduan kepadanya sebagaimana terjadi pada Ka'ab bin Zuhair. Sedemikian senang beliau pada syair-syair Ka'ab yang disampaikan di hadapan Rasul saw., sampai-sampai beliau menghadiahkan Burdah beliau kepada sang penyair. (Burdah adalah pakaian yang ditandang di atas pakaian. Mirip dengan Overcoat).
Melukis pemandangan atau makhluk hidup atau memahat hemat penulis, dapat dibenarkan selama tidak disembah atau tidak melengahkan atau mengantar kepada kedurhakaan. Bukankah Nabi Sulaiman memerintahkan jin membuat patung patung untuk beliau? Bukankah istri Nabi, Aisyah ra, di rumah Rasul mempunyai boneka-boneka yang antara lain berbentuk kuda bersayap yang dinamainya "Kuda-kuda Nabi Sulaiman Bukankah ketika Nabi Ibrahim as, menghancurkan berhala berhala yang disembah kaumnya menyisakan satu patung untuk digunakan sebagai argumentasi ketidakwajaran patung untuk disembah” (baca QS. al-Anbiya' [21]: 58). Bukankah ketika sahabat-sahabat Nabi yang amat paham ajaran Islam, serta masih segar dalam ingatan mereka tuntunan Rasul saw menguasai Mesir tidak menghancurkan patung-patung yang bertebaran di sana? Ini paling tidak menunjukkan bahwa larangan yang pernah disampaikan Rasul harus dikaitkan dengan tujuan pembuatan atau kehadiran patung-patung itu, yakni penyembahan selain Allah. Bukankah sekian banyak ide ide kebenaran yang dilukiskan dalam bentuk-bentuk material? Ka'bah melalui bentuknya dijadikan Allah lambang kehadiran Nya di seluruh penjuru. Hajar Aswad adalah lambang "tangan Tuhan" di bumi, pakaian yang dikenakan orang berhaji/berumrah juga lambang dari makna tertentu. Demikian seterusnya.
Menurut (M. Quraish Shihab,2018) Keindahan lahir saja belum cukup, bahkan sungguh tercela jika tidak dibarengi keindahan batin.Orang-orang munafik dikecam Allah karena keindahan yang mereka tonjolkan terbatas pada keindahan lahir. ketika Rasul saw, melihat ke dinding, beliau bersabda, 'Sungguh buruk apa yang engkau lakukan.engkau menutupi dinding maka aku menurunkannya lalu kubelah dua untuk kujadikan (sarung) bantal.. Aku kemudian melihat Nabi bertelekan di bantal itu kendati masih ada gambar" (HR. Ahmad). Riwayat ini menunjukkan bahwa teguran Nabi kepada Aisyah itu berkaitan dengan sikap berlebih-lebihan dan karena itu dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi bila di sekitar itu dilaksanakan shalat, Hal lain yang menguatkan sebab pelarangan adalah riwayat yang dinisbahkan kepada Anas bin Malik ra, yang merupakan pembantu di rumah Rasul saw. bahwa di rumah/ kamar yang ditempati Aisyah ra ada tabir, maka Rasul saw. memerintahkan menurunkan tabir itu sambil bersabda, "Gambar-gambarnya muncul dalam benak saya ketika saya sholat." (HR. Ahmad).
Sebelum menutup uraian ini perlu dipahami bahwa keindahan lahir saja belum cukup, bahkan sungguh tercela jika tidak dibarengi keindahan batin. Orang-orang munafik dikecam Allah karena keindahan yang mereka tonjolkan terbatas pada keindahan lahir, melukiskan keadaan orang-orang munafik dengan menyatakan yang maksudnya, "Apabila engkau wahai Rasul, atau siapa pun melihat mereka, maka akan mengagumkanmu tubuh-tubuh mereka, karena penampilan yang selalu mereka upayakan untuk terlihat indah dan jika mereka berucap, engkau mendengarkan ucapan mereka karena manisnya tutur bahasa mereka. Mereka yang hanya memperhatikan sisi lahiriah dan mengabaikan sisi batiniah serta mengotorinya itu bagaikan kayu yang bersandar tidak memiliki daya hidup, tidak memiliki pijakan yang kukuh seperti kayu yang tercabut akarnya dan tentu saja tidak memiliki pula buah yang dapat dinikmati (baca QS. al-Munafiqun [63]:4).
Muhammadiyah sangat menghargai adanya seni dan budaya, seperti yang diucapkan oleh M Haedar Nashir (ketua umum PP Muhammadiyah) ketika sosok pencipta lagu jawa yang terkenal yaitu almarhum didi kempot meninggal dunia. Beliau mengatakan “Indonesia kehilangan Didi Kempot seniman besar yang rendah hati dan popular di semua kalangan usia dan golongan. Lagu-lagunya mengena, membangkitkan rasa dan semangat hidup yang penuh arti. Dapat menjadi contoh bagi kaum muda agar jadi apapun tetap membumi di kehidupan masyrakat Indonesia, serta mencintai budaya sendiri dengan memberi makna. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah. Keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran”.


Daftar Pustaka


Hambali, H. Hamdan.2011.Ideologi dan strategi Muhammadiyah. Yogyakarta : Suara Muhammadiyah

Shihab, M Quraish.2018.Islam yang saya pahami keragaman itu rahmat. Tangerang : PT Lentera Hati.

Wednesday, March 11, 2020









Silakan download kisi-kisi PTS Genap Kelas 7 & 8 TP 2019/ 2020 di link berikut :

untuk kelas 7 : http://bit.ly/KISIPTS7 file winrar 13 mapel atau

Kelas 7 : 

1. AL ISLAM
2. BAHASA INGGRIS
3. BAHASA ARAB
4. BAHASA INDONESIA
5. IPA
6. KEMUHAMMADIYAHAN
7. MATEMATIKA
8. PJOK
9. PKN
10. PRAKARYA
11. SENI BUDAYA
12. BAHASA JAWA
13. IPS



untuk kelas 8 :  http://bit.ly/KISIPTS8  file winrar 13 mapel atau

Kelas 8 :

1. AL ISLAM 
2. BAHASA INGGRIS
3. BAHASA ARAB
4. BAHASA INDONESIA
5. IPA
6. KEMUHAMMADIYAHAN
7. MATEMATIKA
8. PJOK
9. PKN
10. PRAKARYA
11. SENI BUDAYA
12. BAHASA JAWA
13. IPS

Wednesday, April 3, 2019

PETUNJUK :
1. DOWNLOAD / SAVE FILE BARCODE
2. DOWNLOAD APLIKASI QR BARCODE DI PLAYSTORE
3. SCAN BARCODE DENGAN APLIKASI QR BARCODE
4. SETELAH ITU AKAN MUNCUL LATIHAN SOAL.

LATIHAN SOAL



Thursday, March 21, 2019

PETUNJUK :
1. DOWNLOAD / SAVE FILE BARCODE
2. DOWNLOAD APLIKASI QR BARCODE DI PLAYSTORE
3. SCAN BARCODE DENGAN APLIKASI QR BARCODE
4. SETELAH ITU AKAN MUNCUL LATIHAN SOAL.

LATIHAN SOAL





SELAMAT MENGERJAKAN

Monday, August 27, 2018




Assalamualaikum.wr.wb

Dalam pembelajaran matematika terkadang kita butuh perangkat / aplikasi yang bisa membantu dalam menyelesaikan masalah matematika. berikut adalah beberapa aplikasi yang berkembang dan biasa digunakan. silakan unduh software di link berikut :





Sunday, April 15, 2018



PREVIEW UJICOBA UJIAN NASIONAL ( UCUN) SMP / MTS TAHUN PELAJARAN 2017/2018 :



SILAKAN DOWNLOAD LINK UJICOBA UJIAN NASIONAL ( UCUN) SMP / MTS DIN BAWAH :

MATEMATIKA PAKET A

MATEMATIKA PAKET B

IPA PAKET A

IPA PAKET B

BAHASA INGGRIS PAKET A

BAHASA INGGRIS PAKET B

BAHASA INDONESIA PAKET A

KUMPULAN RUMUS MATEMATIKA 

BUKU SAKU UN 2018

MODUL SIAP UN 2018






Monday, March 12, 2018




Kumpulan Soal Ujian Nasional (UN) SMP / MTs Tahun 2011 :
Soal UN SMP / MTs Matematika tahun 2011 : Download
Soal UN SMP / MTs Bahasa Indonesia tahun 2011 : Download
Soal UN SMP / MTs Bahasa Inggris tahun 2011 : Download
Soal UN SMP / MTs IPA  (Sains) tahun 2011 : Download

Kumpulan Soal Ujian Nasional (UN) SMP / MTs Tahun 2012 :
Soal UN SMP / MTs Matematika tahun 2012 : Download
Soal UN SMP / MTs Bahasa Indonesia tahun 2012 : Download
Soal UN SMP / MTs Bahasa Inggris tahun 2012 : Download
Soal UN SMP / MTs IPA  (Sains) tahun 2012 : Download

Kumpulan Soal Ujian Nasional (UN) SMP / MTs Tahun 2013 :
Soal UN SMP / MTs Matematika tahun 2013 : Paket 1 - Paket 2
Soal UN SMP / MTs Bahasa Indonesia tahun 2013 : Paket 1 - Paket 2
Soal UN SMP / MTs Bahasa Inggris tahun 2013 : Paket 1 - Paket 2
Soal UN SMP / MTs IPA  (Sains) tahun 2013 : Paket 1 - Paket 2

Kumpulan Soal Ujian Nasional (UN) SMP / MTs Tahun 2014 :
Soal UN SMP / MTs Matematika tahun 2014 : Paket 1
Soal UN SMP / MTs Bahasa Indonesia tahun 2014 : Paket 1 - Paket 2
Soal UN SMP / MTs Bahasa Inggris tahun 2014 : Paket 1 - Paket 2
Soal UN SMP / MTs IPA  (Sains) tahun 2014 : Paket 1 - Paket 2

Kumpulan Soal Ujian Nasional (UN) SMP / MTs Tahun 2015 :
Soal UN SMP / MTs Matematika tahun 2015 : Paket 1 - Paket 2
Soal UN SMP / MTs Bahasa Indonesia tahun 2015 : Paket 1
Soal UN SMP / MTs Bahasa Inggris tahun 2015 : Paket 1 - Paket 2 - Paket 3 -
Soal UN SMP / MTs IPA  (Sains) tahun 2015 : Paket 1

Kumpulan Soal Ujian Nasional (UN) SMP / MTs Tahun 2016 :
Soal UN SMP / MTs Matematika tahun 2016 : Download
Soal UN SMP / MTs Bahasa Indonesia tahun 2016 :  Download
Soal UN SMP / MTs Bahasa Inggris tahun 2016 :  Download
Soal UN SMP / MTs IPA tahun 2016 :  Download